Jemaah membaca Qasidah Burdah saat acara Maulid baginda Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Arraudhah, Jalan Tebet Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018) malam. Dalam penjelasan Tausiyahnya Syekh Yusri menjelaskan tentang pentingnya menumbuhkan rasa mahhabah (kecintaan) kepada Rasulullah SAW serta harus bersikap rendah hati (tawadu) dalam berbagai hal. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ra’ah dalam pengajian kitab Shahih Bukharinya menjelaskan bahwa Allah Swt telah menjamin untuk menjaga Alqur’an dalam hati Baginda Nabi Muhammad Saw, sebagaimana dalam firmanNya:

” سَنُقْرِئُكَ فَلا تَنْسَى إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ”

Artinya: “Kami akan membacakan kepada kamu wahai Muhammad, maka kamu tidak akan pernah lupa, kecuali apa yang Allah kehendaki” (QS. Al A’la: 6-7).

Syekh Yusri menambahkan, bahwa pengecualian yang ada pada ayat di atas, yang dimaksud adalah Allah Swt akan membuat baginda Nabi Muhamma Saw lupa terhadap ayat-ayat yang Allah Swt kehendaki untuk di nasakh atau mengganti sebuah hukum.
Adapun yang ada dalam riwayat imam Bukhari Ra, bahwa:

“سَمِعَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً يَقْرَأُ فِى الْمَسْجِدِ فَقَالَ يَرْحَمُهُ اللَّهُ لَقَدْ أَذْكَرَنِى كَذَا وَكَذَا آيَةً مِنْ سُورَةِ كَذَا”

Artinya: “Baginda Nabi Muhammad Saw telah mendengar seorang yang membaca (ayat Al Qur’an di dalam masjid, kemudian baginda berkata: semoga Allah Swt merahmatinya, dia telah mengingatkanku ayat-ayat ini dari surat ini” (HR. Bukhari).

Syekh Yusri mengatakan bahwa yang dimaksud adalah baginda Nabi Muhammad Saw sudah lama tidak membacanya, bukan berarti lupa secara makna hakikatnya, sehingga tidak bertentangan dengan lafadh sharih pada ayat di atas, yaitu tentang jaminan Allah Swt akan hafalan Baginda Muhammad Saw.

(Andy Abdul Hamid)