Maulana Syekh Dr. Yusri Rusydi Sayyid Jabr al-Hasani didampingi Kabag Humas dan Informasi Masjid Istiqlal H Bukhori Sail Attahiri saat memberikan tausiyah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018). Syekh Yusri mengatakan Pentingnya menyampaikan dakwah Islam yang santun dan penuh kasih sayang. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ra’ah dalam pengajian shahih Bukharinya menjelaskan bahwa diantara syarat-syarat doa yang musatajab adalah berdoa dengan tidak melampaui batas. Hal ini sebagaimana Allah Swt telah berfirman:

“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ”

Artinya: “Berdoalah kalian kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah hati dan suara yang pelan. Karena sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al A’raf: 55).

Diantara yang termasuk melampaui batas dalam berdoa adalah setiap doa yang mengandung mendoakan jelek ataupun kehancuran kepada sesama umat islam yang tidak sesuai dengan pendapatnya, tambah syekh Yusri. Entah itu dalam pandangan bermadzhab ataupun berpolitik, karena termasuk doa yang memutus tali persaudaraan, yaitu saudara seiman dan seislam.

Syekh Yusri menambahkan, diantara adab berdoa agar terkabul oleh Allah Swt, adalah dengan tidak mengeraskan suara, sebagaimana firman Allah diatas. Ketika para sahabat membaca takbir dan tahlil dengan suara yang keras, Baginda Saw pun berkata kepada mereka:

” يَا أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا إِنَّهُ مَعَكُمْ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ”

Artinya: “Wahai orang-orang, sayangilah diri kalian, karena sesungguhnya kalian tidaklah berdoa kepada Dzat yang tuli dan jauh, akan tetapi sesungguhnya Dia selalu bersama dengan kalian, Dia Maha Mendengar dan Maha Dekat” (HR. Bukhari).

(Andy Abdul Hamid)