Bupati/Wakil Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak (kiri) dan Mochamad Nur Arifin (kanan) menunjukan piagam Rekor MURI usai pelantikan di Gedung Grahadi,Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/2). Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Gus Ipin yang lahir 7 April 1990 meraih rekor MURI sebagai kepala daerah termuda di Indonesia dengan umur 25 tahun. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/nz/16

Trenggalek, Aktual.com – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mendapat kritik dari aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) setempat karena dia dinilai sering melakukan kunjungan/kegiatan nonkedinasan ke luar kota.

GMNI melalui sekelompok mahasiswa anggotanya menyuarakan kritik, sekaligus mengadukan Emil ke DPRD Trenggalek, Jawa Timur, Kamis.

“Bupati terlalu sibuk mengurusi hal-hal yang seharusnya bukan menjadi prioritasnya di luar daerah, sehingga kurang fokus mengurus daerah kita,” kata Sekretaris GMNI Sucipto di Trenggalek.

Baca Juga :  Seskab Sebut Hubungan dengan PDIP Tetap Hangat

Sucipto dan beberapa aktivis GMNI lainnya juga menunjukkan bukti berupa foto-foto maupun surat tugas dari DPP PDIP kepada Bupati Emil untuk menjadi juru kampanye pemilihan wali kota di Pekanbaru dan Bupati Tebo.

“Untuk sementara kami memiliki bukti dua itu” katanya.

Sucipto menyatakan bahwa GMNI secara kelembagaan akan mendesak Ketua DPRD Trenggalek untuk segera memanggil bupati dan mengklarifikasi terkait banyaknya agenda kepala daerah ke luar kota di luar kegiatan dinas tersebut.

Baca Juga :  JK Sarankan Kedua Kubu Tandatangani Pencalonan Kepala Daerah

Ia juga menuntut wakil rakyat memberikan teguran secara resmi/tertulis kepada Bupati Emil agar meningkatkan kinerja dan lebih fokus mengurusi kepentingan dalam kota, termasuk menyerap aspirasi masyarakat.

()