Tiga penyidik KPK Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan M Irwan Santoso tiba untuk menjadi saksi sidang kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) dengan terdakwa Sugiharto dan Irman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (27/3/2017). Sidang kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) ditunda karena saksi selaku anggota Komisi II DPR 2009-2014 Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani tidak hadir karena sakit, padahal JPU KPK sudah menghadirkan tiga saksi dari penyidik KPK terkait pengakuan Miryam yang ditekan saat diperiksa penyidik. AKTUAL/Munzir
Tiga penyidik KPK Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan M Irwan Santoso tiba untuk menjadi saksi sidang kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) dengan terdakwa Sugiharto dan Irman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (27/3/2017). Sidang kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) ditunda karena saksi selaku anggota Komisi II DPR 2009-2014 Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani tidak hadir karena sakit, padahal JPU KPK sudah menghadirkan tiga saksi dari penyidik KPK terkait pengakuan Miryam yang ditekan saat diperiksa penyidik. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com-Polisi dijadwalkan bakal memeriksa Penyidik KPK Novel Baswedan, Senin (14/8). Ketua KPK Agus Rahardjo dikabrkan akan mendampingi Novel saat menjalani pemeriksaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura.

“Rencananya Ketua KPK akan ikut mendampingi,” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (13/8). Agustus 2017.

Dijadwalkan pula pada  Kamis, 17 Agustus 2017 Novel akan menjalani operasi besar di mata kirinya. KPK dan keluarga kata dia berharap doa dari semua pihak agar operasi dan segala perawatan terhadap Novel berjalan dengan baik.

Harapan lain kata Febri agar pemberantasan korupsi, termasuk penanganan kasus korupsi E-KTP yang pernah ditangani Novel semakin maju. Aktor-aktor utama yang merugikan negera hingga triliunan rupiah semuanya bisa diseret ke pengadilan.

Sebelumnya diberitakan Novel Baswedan disiram air keras di dekat rumahnya pada 11 April 2017 usai menunaikan Shalat Subuh di Masjid Al-Ihsan. Mata Novel pun mengalami kerusakan. Novel dan harus menjalani perawatan medis di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

(Dedy Kusnaedi)