BAGIKAN
Ribuan pelajar se Jabodetabek dan Banten mengikuti Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran ke 3 yang diselenggaran oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Minggu (7/8). LDII fokus mendorong terciptanya Tri Sukses generasi penerus dengan bertujuan memiliki generus yang handal dalam konteks keagamaan dan keduniaan merupakan impian semua orang. Kedua hal ini memang harus jalan berdampingan, akhirot dengan dunia, dunia dengan akhirot. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Bandung, Aktual.com – Minat baca masyarakat yang relatif masih rendah membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat terpacu untuk menjalin kerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Namun Pemprov Jabar juga menekankan masyarakat jangan sebatas mengggali pengetahuan umum, tetapi juga agama.

“Masyarakat jangan hanya menyimpan buku untuk sekadar pajangan, tetapi harus dibaca. Al Quran dan Hadist itu juga harus dibaca setiap hari, tidak boleh disimpan,” ucap Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, usai pelantikan pengurus IKAPI Jabar, di Bandung, Rabu (11/1).

Iwa yang juga Ketua Dewan Pembina IKAPI Jabar itu mengatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan IKAPI terkait langkah ke depan yang harus dilakukan agar IKAPI bisa menyediakan literasi bacaan yang cukup untuk mendorong minat baca masyarakat. Selain itu, Pemprov Jabar juga akan menggandeng berbagai komunitas masyarakat agar ikut dalam program gerakan mendorong minat baca.

“Semua pihak termasuk komunitas harus sama-sama meningkatkan minat baca di Jabar,” katanya.

Dia berharap, dengan membaca, masyarakat benar-benar memahami kondisi dunia karena menurutnya buku adalah jendela dunia. Untuk IKAPI sendiri, dia meminta membuat program kongkret dan jelas.

“Jadi apabila ingin menguasai dan memahami dunia, bacalah buku,” tegasnya.

Salah satu indikator masih rendahnya minat baca, Ketua IKAPI Jabar Mahpudi menjelaskan, saat ini jumlah buku yang terbit di Jawa Barat sejak tahun 2000 hanya 6.000 unit. Itupun secara komposisi, 60persennya merupakan buku terjemahan dari bahasa asing dan 40persen karya penulis dalam negeri.

“Kita memiliki jumlah penduduk yang luar biasa, namun jumlah buku jauh dari yang dibayangkan,” demikian Mahpudi.

Menurutnya, buku merupakan basis dari semua peradaban. Maka, IKAPI akan terus gencar mendorong masyarakat untuk membaca dan menulis buku agar ilmu yang didapatkan terus meningkat.

Laporan: Muhammad Jatnika

(Arbie Marwan)