Pedagang memotong daging ayam di los daging, Pasar Kramat Jati, Senin (29/5). Meski pemerintah menetapkan harga acuan ayam potong di tingkat konsumen Rp32.000 per kilogram, tetapi harga ayam potong di pasar tersebut dipasarkan lebih tinggi dari harg acuan, yakni Rp35.000 per kilogram. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye/17

Bandung, Aktual.com – Satuan Tugas Pangan Jawa Barat, segera menyelidiki beberapa komoditas seperti ayam dan bawang merah yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan jelang hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.

“Dengan harga ayam potong yang sudah mencapai Rp40 ribu, Satgas pangan tentunya akan menyelidiki darimana awal kenaikannya ini,” ujar Ketua Satgas Pangan Kombes Pol Samudi di Bandung, Jumat (23/6).

Beberapa faktor yang dapat membuat harga ayam potong tinggi, bisa dari bandar maupun peternak. Sehingga kata dia, tim Satgas Pangan Jabar akan terjun langsung ke bandar maupun peternak untuk memastikan kenaikan tersebut.

“Tentunya kita akan mengecek langsung ke bandar dan peternak untuk memastikan kenaikan ada di peternak atau di bandar,” kata dia.

Tak hanya akan menelusuri kenaikan ayam potong, Satgas Pangan juga akan menyelidiki kenaikan harga bawang merah yang telah menyentuh Rp.50.000/kg.

“Tentu kami akan menelusuri dari mana awal bawang merah ini naik. Harapan kita, besok bawang merah atau ayam potong harganya bisa normal kembali,” katanya.

Sebelumnya Satgas Pangan Polda Jabar melakukan sidak ke Pasar Kosambi Kota Bandung pada Jumat pagi.

Dari hasil sidak diketahui terdapat tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti daging ayam dari Rp.28.000 menjadi Rp.40.000, cabe rawit dari Rp.32.000 menjadi Rp.50.000/kg, dan bawang merah dari Rp.32.000 menjadi Rp.50.000/kg.

Sementara itu, beberapa kebutuhan pokok lainnya masih stabil, seperti beras Rp.10.000/kg, daging sapi Rp120.000/kg, telur ayam Rp.21.000/kg, bawang putih Rp.38.000/kg, minyak goreng Rp.14.000/kg, cabe merah Rp.50.000/kg, gula putih Rp.14.000/kg, dan kedelai Rp.20.000/kg.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: