Seorang teller menunjukan mata uang dollar di salah satu gerai money changer di Jakarta, Jumat (2/3/18). Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pengenaan tarif impor baja sebesar 10% dan tarif impor alumunium sebesar 25%, sempat membuat dollar AS melemah terhadap rupiah. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (16/5) sore, bergerak melemah sebesar 56 poin menjadi Rp14.086 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.030 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa dolar AS mengalami apresiasi terhadap sejumlah mata uang dunia terbantu kenaikan yield obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun kembali ke atas level 3 persen.

“Kenaikan imbal hasil memperlebar selisih suku bunga antara AS dan negara maju lainnya, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS,” katanya.

Ia mengatakan meningkatnya imbal hasil AS memicu perpindahan arus modal dari pasar berkembang. Salah satu faktor yang mendukung imbal hasil obligasi Amerika Serikat itu yakni tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Ia menambahkan bahwa peluang bagi dolar AS untuk melanjutkan apresiasinya juga masih cukup terbuka pada perdagangan berikutnya, jika data ijin membangun di Amerika Serikat dirilis lebih tinggi dari estimasi pasar.