DPP PKB melaksanakan pemotongan hewan kurban pada peringatan Idul Adha, pembagian hewan kurban ditujukan untuk warga masarakat yang berhak.

Makassar, Aktual.com – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof Dr Basri Modding pada khutbah Idul Adha mengatakan, hari raya yang dikenal Idul Kurban ini bertujuan meningkatkan kepedulian sosial.

“Hari raya yang menekankan pada arti kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” ujar Basri di Masjid Al Adawiyah Kompleks UMI di Makassar, Rabu (22/8).

Dia mengatakan, kepedulian itu terwujud karena perintah menyembelih hewan kurban, lalu membagikannya kepada “fuqara wal masakin” atau fakir miskin.

Pada kesempatan itu, Basri menceritakan sejarah Islam, perintah Allah SWT terhadap Nabi Ibrahim untuk menempatkan istri dan anaknya di suatu lembah yang tak berpenghuni.

Nabi Ibrahim, katanya, melaksanakannya sebagai wujud ketaatan atas perintah Allah SWT, demikan pula tatkala Nabi Ibrahim mendapatkan ujian berat dengan diperintahkanya untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail.

Perintah ini tidak menggoyahkan keimanannya. Baginya, kekayaan dan keluarga tidak membuatnya lalai melainkan ia tetap taat kepada Allah SWT.

Sejarah yang pertama kali kurban dilaksanakan pada Hari Raya Kurban menunjukkan betapa Allah SWT maha bijaksana.

“Kurban yang diperintahkan kepada manusia tidak usah dengan anak kita, cukuplah dengan binatang ternak, baik kambing, sapi, kerbau maupun lainnya,” katanya.

“Allah SWT tahu bahwa kita diwajibkan berkurban dengan anak kita, maka kita tidak akan sanggup melakukannya, jangankan memotong anak, memotong sebagian harta kita untuk menyembelih hewan kurban saja, kita masih terlalu banyak berfikir,” tambahnya.

Hal itu bisa tergambar dengan perintah memotong harta yang dimiliki 2,5 persen untuk zakat saja, masih banyak yang belum menunaikannya.

Termasuk memotong sedikit waktu keseharian untuk shalat lima waktu saja, masih sering alpa melaksanakannya, menunda sebentar waktu makan untuk berpuasa saja, masih banyak yang tak mampu melaksanakannya.

Begitu banyak dosa dan pelanggaran yang membuat umat muslim jauh dari rahmat Allah SWT.

“Pesan atau i’tibar dari Idul Adha, hendaknya kita sebagai orang tua mempunyai upaya kuat membentuk anak yang shalih/shaliha, menciptakan pribadi anak yang agamis, anak yang berbakti Allah SWT dan Rasulnya dan kepada orang tua, kedua, perintah dan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT harus dilaksanakan, harus disambut dengan sami’na wa ‘atha’na, karena sesungguhnya ketentuan Allah pastilah manfaatnya kembali kepada kita sendiri,” tegasnya.

Dengan memperbanyak zikir dan amalan akan selalu mengingatkan manusia pada Allah SWT dan menjauhi bujuk rayu setan yang merupakan musuh yang nyata.

Lebih jauh disebutkan bahwa keempat jenis sembelihan berupa binatang ternak, artinya dengan matinya hewan ternak, maka yang berkurban membuang kesombongannya dan hawa nafsu hewaniyah.

“Kita harus kendalikan hawa nafsu kita, jangan biarkan tumbuh subur dalam hati,” demikian Basri.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)