Upacara yang diikuti sekitar 1.260 personel gabungan dan tujuannya adalah untuk menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran serta perbuatan melawan hukum, seperti penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, pelanggaran lalulintas, sehingga dapat mewujudkan prajurit TNI yang profesional dan dicintai rakyat.

Jakarta, Aktual.com – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa saat ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapatkan kepercayaan yang sangat baik dan tinggi dari masyarakat.

Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika berbicara di hadapan sekitar 1.500 prajurit TNI, setelah menunaikan shalat Jumat dan makan siang di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5), sebagaimana disampaikan Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Hal tersebut kata Presiden dapat dilihat pada peringkat kepercayaan yang sangat tinggi di antara lembaga-lembaga publik.

“Ada ‘public trust’, rankingnya tinggi sekali. Saya titip kepercayaan itu kita jaga bersama-sama. Karena membangun kepercayaan itu tidak sehari, dua hari, tiga hari, empat hari, lima hari,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta agar kepercayaan tersebut untuk terus dijaga.

Hal tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan menjaga diri dari tindakan yang sekiranya dapat merusak kepercayaan.

“Jangan kepercayaan itu, ‘public trust’ itu, rusak gara-gara hal-hal yang sebetulnya bisa kita ‘manage’, hal-hal yang sebetulnya bisa kita hindari,” tutur Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Kemudian, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: