Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ditanya wartawan usai pembukaan Rakornas Tahun 2018 Pengurus Pusat Satuan Relawan Indonesia (Satria) Partai Gerindra di Jakarta, Selasa (13/2/18). Rakornas Satria diselenggarakan dalam rangka untuk memenangkan Partai Gerindra dalam ajang Pilkada serentak tahun 2018, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, menilai TNI harus dilibatkan dalam upaya pemberantasan terorisme yang akan diatur dalam revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, karena semua komponen bangsa harus bersatu.

“Gerindra berpendapat TNI harus dilibatkan karena semua komponen bangsa harus bekerja sama. Gerindra pun siap jika diminta, saya sudah perintahkan kader-kader Gerindra mengamankan tempat-tempat ibadah,” kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/5).

Dia mengatakan, TNI merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan negara.

Di negara lain, menurut dia, unsur militer dilibatkan dalam pemberantasan terorisme, sehingga sangat penting keterlibatan TNI dalam pemberantasan terorisme.

“Jadi sekarang yang penting TNI diikutsertakan, namun jangan langsung dianggap ini bentuk militerisme,” ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa terorisme merupakan suatu ancaman dan bahaya yang besar bagi setiap negara dan bangsa, terutama di era teknologi digital. Pemikiran ekstrem bisa cepat menyebar, sehingga menjadi tantangan di semua negara termasuk di Indonesia.

Karena itu, dia menilai, semua komponen bangsa Indonesia harus kompak menghadapi ancaman terorisme secara serius dan bijak sehingga perdamaian, kerukunan antara semua agama, suku, etnis bisa terwujud.

“Kekuatan kita adalah Bhineka Tunggal Ika, semua unsur bangsa Indonesia mengutuk aksi teror seperti itu. Dibutuhkan kerja ekstra keras semua lembaga terutama penegak keamanan dan ketertiban karena keamanan nasional menjadi hal utama,” katanya.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)