Ngawi, Aktual.com – Proyek tol Solo-Kertosono sesi Solo-Ngawi, yang berada di desa Gendingan Kidul, Kecamatan Widodaren, Ngawi, Jawa Tengah, Senin (16/4) diblokir oleh puluhan petani. Pasalnya, irigasi sepanjang 1 km rusak.

Suwardi (50), yang mewakili sekitar 40 petani itu menuntut pengembang proyek tol tersebut, yakni PT Waskita Karya, untuk memperbaiki irigasi sawah yang rusak.

Selain itu, petani juga menuntut infrastruktur jalan desa yang rusak agar segera diperbaiki. Jalan tersebut rusak akibat sering dilalui truk bermuatan berat proyek tol Ngawi-Solo.

“Kami minta saluran irigasi sepanjang 1 km segera diperbaiki. Juga pipa saluran air P2T 30 meter rusak pecah,” ucap Suwardi di Ngawi, Senin (16/4).

Akibat rusaknya saluran irigasi tersebut, kata Suwardi, petani kesulitan untuk mengairi sawahnya yang sudah masuk musim tanam.

“Kami bingung mau mengairi sawah,” keluh Suwardi.

Suwardi mengungkapkan, para petani saat ini sangat membutuhkan air untuk tanaman padi yang baru ditanam. Pasalnya, saat ini ada lahan padi sekitar 100 hektare yang sangat membutuhkan air untuk pemupukan.

“Saat ini umur padi sudah 15 sampai 25 hari dan waktunya segera dipupuk. Otomatis kalau mupuk harus ada air,” ungkapnya.

Pemblokiran dilakukan petani dengan membentangkan besi kerangka milik pengembang proyek yang akan digunakan untuk keperluan jalan tol.

Aksi petani ini terjadi karena, PT Waskita Karya tidak merespon laporan petani sejak satu minggu lalu.

Pihak PT Waskita Karya, yang menemui puluhan petani tersebut, berjanji akan memperbaiki tuntutan petani tersebut dalam satu minggu ke depan.

(Zaenal Arifin)