Jakarta, Aktual.com – Di ceritakan dari segolongan jamaah bahwasanya Syeikh Abu al-Hasan ‘Ali al-‘Imroniy al-Jamal al-Fasiy yang sanad suhbah (bergurunya) tersambung pada Syeikh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandariy penulis kitab al-Hikam al-‘Athoiyyah dari Abi al-‘Abbas al-Mursiy dari Abu al-Hasan as-Syadziliy.

Bertemu dengan Syaikh ‘Ali al-Jamal (1182 H/1768 M). Maula al-‘Arobiy ad-Darqowiy berkata: “kebiasaanku adalah tidak mengurusi suatu perkara dari perkara-perkara besar atau remeh kecuali setelah ber istikhoroh an-Nabawiyah (sesuai dengan tuntunan Nabi).

Maka aku ber-istikhoroh pada malam tersebut sehingga semalaman membicarakan mengenai sifatnya syaikh yang patut membimbing (yang kumaksud) bagaimana keadaan beliau? Bagaimana keadaan kebersamaanku denganya? Hingga aku benar-benar tidak tidur pada malam tersebut.

Saat aku berniat untuk mengunjungi zawiyahnya di daerah Ramilah yang berada diantara tempat-tempat itu terdapat bilangan wadi (lembah di padang pasir) dari sisi kiblat maka Allah memberikan kemulyaan yaitu tempat peristirahatan terakhir (makam) yang sekarang populer dan banyak menjadi destinasi ziarah.

Lalu kemudian aku mengetuk pintu ternyata tanpa disangka didalamnya terdapat sesosok yang berdiri membersihkan tempat itu yaitu menyapu zawiyah dan disitu beliau tidak membiarkan pekerjaan alias selalu membersihkan pekerjaan itu dengan menggunakan tangan mulia beliau setiap hari meski beliau lanjut usia dan tingginya martabat beliau.

(Andy Abdul Hamid)