Jakarta, Aktual.com – Perempuan dinilai memiliki sejumlah kemampuan penting untuk bekerja dalam bidang data, tetapi tidak banyak yang memilih bidang itu karena pandangan laki-laki lebih kompeten dalam pekerjaan berkaitan dengan teknologi.

“Mulai banyak perempuan yang berminat, tetapi tidak cukup karena ‘programming’ masih dianggap dunia laki-laki. Padahal ini sebenarnya analisis dan biasanya perempuan lebih jago,” ujar pemilik perusahaan pelatihan pengolahan data Nayoko Wicaksono di Jakarta, Jumat (9/2).

Perempuan pada umumnya memiliki kemampuan yang baik untuk bekerja sama dengan orang yang berbeda, sementara pengolahan data mencakup semua aspek dan fungsi dalam sebuah perusahaan sehingga mempermudah jalannya kolaborasi.

Kemampuan berkomunikasi yang baik juga diperlukan sebagai orang yang bekerja dalam bidang teknologi untuk menjelaskan kepada rekan kerja hingga mengerti.

Selanjutnya ahli data tidak hanya mengumpulkan dan menganalisis data, tetapi juga menarik kesimpulan sesecara menyeluruh dan mengetahui dampaknya pada perusahaan.

Nayoko mengatakan pekerjaan di bidang data terbuka untuk siapa pun yang tertarik dan memiliki kemauan untuk belajar.

Pandangan perempuan tidak cocok di bidang teknologi dan ketakutan perempuan untuk terjun di bidang itu, menurut dia, seharusnya dihilangkan.

Apalagi permintaan untuk posisi ahli data terus meningkat, tetapi ketersediaan sumber daya manusia yang dapat memenuhi kriteria untuk posisi tersebut masih kurang.

“Perkiraannya ada 5.000 pekerjaan di bidang data dalam waktu 2-3 tahun mendatang di Indonesia,” kata Nayoko.

Selain itu, permintaan untuk posisi ahli data diperkirakan akan melampaui jumlah tenaga kerja ahli sebanyak lebih dari 50 persen pada tahun ini.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)