Habib Novel Bamukmin

Jakarta, Aktual.com – Sikap dan tindakan Ketua Fraksi Nasdem DPR, Victor Laiskodat telah menuai kecaman dari berbagai pihak. Setelah membuat gaduh Indonesia dalam sepekan terakhir karena pidatonya, Victor sama sekali tidak menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia.

Wakil Ketua Adovad Cinta Tanah Air (ACTA), Habib Novel Bamukmin, mengecam keras sikap Victor yang telah mengabaikan fakta bahwa ucapannya telah melukai umat Islam di Indonesia.

Sikap Victor ini pun dianggap jauh lebih buruk dari narapidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Victor ini lebih berat, lebih parah dari Ahok karena selain meyerang Islam juga dia ancam pembunuhan massal,” ungkap Novel di Jakarta, Kamis (10/8).

Menurut Novel, ucapan Victor sangat bersentuhan dengan premanisme dan tidak selayaknya diucapkan oleh anggota DPR. Tidak hanya itu, ia pun menyebut Victor lebih pantas disebut sebagai preman ketimbang anggota DPR.

“Jadi kita lihat ini preman yang menjadi angota dpr dan pidato Victor menunjukkan sisi premannya,” ujarnya.

“Dia adalah provokator, memecah belah bangsa, adu domba bangsa dan pemerintah harus segera bersikap,” tambah anggota Front Pembela Islam (FPI) ini.

Novel pun menyayangkan sikap Partai Nasdem yang justru bersikeras membela Victor. Padahal, orasi politik Victor sudah jelas-jelas membuat kehidupan politik dan sosial di Indonesia jadi lebih buruk kondisinya.

Selain itu, ia juga mengaku heran dengan sikap kepolisian yang justru menyatakan bahwa pidato Victor dapat terbebas dari proses hukum karena terlindungi oleh hak imunitas.

“Ahok masih minta maaf tidak mrencanakan pembunuhan. Dan yang lebih gila dibilang kebal hukum, enggak ada itu kebal hukum,” pungkasnya.
Pewarta : Teuku Wildan A.

(Dedy Kusnaedi)
BAGIKAN