Dubai, Aktual.com – Penguasa Kuwait, menyeru negara Teluk mengatasi perselisihan diplomatik dengan Qatar, yang menyebabkan perpecahan terburuk kawasan itu dalam bertahun-tahun, dengan mengatakan semua pihak memiliki kewajiban melestarikan persatuan kawasan.

Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, yang memimpin upaya penengahan setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar dua pekan lalu, mengatakan berharap kemelut itu bisa diselesaikan melalui perundingan.

Baca Juga :  DK PBB Berduka Atas Meninggalnya Menteri Palestina

Dalam pidato memperingati Ramadan, Sheikh Sabah mengatakan mengharapkan hari-hari tersisa bulan suci umat Islam ini menciptakan suasana untuk menyelesaikan perbedaan tidak menguntungkan dan mengakhiri keretakan melalui perundingan dan pembicaraan di Teluk.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dan perjalanan dengan Qatar pada 5 Juni, menuduhnya mendanai kelompok garis keras dan memicu keguncangan, yang dibantah Doha. Perselisihan itu menutup impor, membuat wisatawan terdampar, menekan harga minyak dan memicu kebingungan di kalangan usaha.

Baca Juga :  Qatar Dilanda Banjir Bandang

“Negara-negara Teluk memiliki “satu takdir” karena ikatan sejarah mereka dan hubungan keluarga lintas batas. Kepentingan bersama ini memberi negara-negara Teluk kewajiban untuk tetap bersatu,” kata Sheikh Sabah, seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/6).

Dia berdoa untuk usaha “guna melestarikan negara-negara Teluk kita, rakyatnya, dan untuk menghindari semua yang mengganggu hubungan kuat mereka dan mengancam keamanan dan keselamatan mereka”.

Baca Juga :  Qatar Tambah Kuota 24.000 TKI

Dia juga mengatakan daerah dan seluruh dunia menghadapi “berkembangnya fenomena terorisme” dan mengatakan Kuwait mendukung solidaritas dengan masyarakat internasional untuk memberantasnya dan membantu menghilangkan asal-usul terorisme. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)