Tegal, Aktual.com – Lima pelaku yang mendendangkan shalawat merah putih, Banser dan Jokowi di Tegal, Jawa Tengah, meminta maaf kepada umat Islam atas perbuatannya itu. Hal ini terungkap dalam sebuah video pendek berdurasi 2 menit 54 detik yang diterima Aktual.com di Jakarta, Jumat (9/3).

Dalam video tersebut, tampak salah satu pelaku, Syarifuddin membacakan surat pernyataan yang berisikan permintaan maaf. Dalam video tersebut, Syarifuddin juga didampingi oleh empat pelaku lainnya, yaitu Habib Husein bin Yahya, Khoiru Saleh, Rif’an dan Shofa di halaman Mapolres Tegal, Jumat (9/3).

“Kami berlima memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Kabupaten Tegal, dan umumnya seluruh warga negara Indonesia tentang shalawat. Di mana kami khilaf dengan kiranya video yang berisikan shalawat merah putih untuk Pak Presiden Jokowi,” ucap Syarifuddin.

Selain permintaan maaf, Syarifuddin juga menyatakan bahwa dirinya dan empat pelaku lainnya telah berjanji tidak mengulangi hal tersebut.

“Dan kami tidak akan mengulangi atau menyebarkan hal tersebut,” jelasnya.

Selain lima orang pelaku shalawat merah putih, dalam video tersebut juga tampak Kapolres Tegal serta beberapa ulama dan tokoh masyarakat.

Setelah membacakan surat pernyataan itu, Syarifuddin pun mengakhirinya dengan menghapus video shalawat yang ada di telepon seluler miliknya.

“Interupsi Pak Kapolres, saya Syarifuddin akan menghapus (video dari handphone) di depan teman-teman sekalian juga,” ujar pria asal Tegal ini.

 

Teuku Wildan

Artikel ini ditulis oleh: