Nilai tukar rupiah melemah. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) setelah mencapai level tertinggi dan saat ini mulai menunjukkan pelemahan. Pada perdagangan seperti mengutip Bloomberg pada Rabu (13/9), rupiah dibuka di posisi Rp13.215 atau melemah 15 poin dari posisi penutupan kemarin di Rp13.200.

Menurut analis pasar uang Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, pergerakan USD yang mulai menguat dari perkirakan sebelumnya mulai menghambat potensi kenaikan Rupiah.

Baca Juga :  Bappenas: Ekonomi Tumbuh, Kualitas Lingkungan Menurun

Apalagi terapresiasinya Rupiah hingga mencapai level tertingginya itu telah membuat pelaku pasar melepas mata uang NKRI itu. “Kenaikan USD sendiri seiring dengan turunnya permintaan atas aset-aset valas safe haven lainnya seperti JPY, EUR, dan SWF setelah kekhawatiran atas imbas badai Irma dan kondisi di Korea Utara yang mulai mereda,” ujar Reza di Jakarta.

Baca Juga :  Yusril: Pencalonan BG Agar Ahok Didukung PDI-P

Adanya komentar dari PBoC yang berencana memangkas persyaratan cadangan untuk lembaga keuangan yang menyelesaikan posisi forward valas Yuan, kata dia, membuat mata uang tersebut terdepresiasi dan membuat USD menguat sehingga berimbas pada melemahnya Rupiah.

“Tapi pelemahan yang terjadi dapat dikatakan masih cukup wajar mengingat penguatan yang cukup signifikan dalam beberapa hari sebelumnya,” kata dia.

(Wisnu)