Pasukan pro Presiden Bashar al Assad menjadi target serangan udara AS. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Diberitakan pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan yang ditujukan kepada pasukan pro Presiden Bashar al Assad di Suriah. Serangan udara ini diluncurkan setelah pasukan pro Assad tidak mematuhi peringatan berulang kali untuk tidak beroperasi di zona deeskalasi. Peringatan ini berasal dari koalisi AS dan Rusia

Diketahui, pasukan Suriah tersebut tengah berada di beberapa kendaraan termasuk tank tempur dan bergerak di dekat perbatasan Yordania. Hal ini yang disebut koalisi AS mengancam sekutunya di lapangan.

Baca Juga :  AEPI: Indonesia Berpotensi Terjebak Konflik Suriah

Dilansir dari Fox News, Jumat (19/5), seorang pejabat senior Pentagon mengatakan komandan koalisi menilai pergerakan tersebut mengancam dan pasukan Suriah tersebut menolak untuk keluar dari zoba deeskalasi.

“Komandan memerintahkan serangan udara sebagai perlindungan paksa,” tambahnya.

Sumber militer AS lainnya juga mengatakan Pasukan Suriah itu tengah bersiap menyerang wilayah yang didalamnya terdapat penasihat militer AS.

Baca Juga :  Menlu Saudi akan Kunjungi Rusia untuk Bahas Suriah

“Mereka membangun sebuah posisi pertempuran sekitar 55 kilometer dari sebuah markas koalisi AS yang dekat dengan At Tanf, di mana penasihat melatih anggota Pasukan Demokratik Suriah dan Koalisi Arab Suriah,” ujar pejabat Pentagon yang lain.

Diketahui, AS dan Rusia membentuk zona deeskalasi di sekirar wilayah operasi militer di Suriah untuk menghindari konflik. Dan berulang kali, Rudia telah mencoba menghubungi Pasukan Suriah untuk mundur dari zona deeskalasi.

Baca Juga :  Kewenangan Kemenhub, Proyek Reklamasi di Pulau N Jalan Terus

Serangan udara ini menjadi penyerangan yang pertama sejak pentagon menghujani pangkalan udara Shayrat, Homs, Suriah dengan 57 rudal Tomahawk pada Kamis waktu setempat.

Pewarta : Agustina Permatasari

(Dedy Kusnaedi)
BAGIKAN