Warga memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Bumi Cengkareng Indah, Jakarta, Sabtu (21/1). Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menyatakan tarif listrik daya 900 VA non-subsidi akan naik per KWh sebanyak 32 persen. Kenaikan tersebut akan dilakukan bertahap dalam tiga bulan ke depan, pada bulan Januari-Maret-Mei. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero), Nicke Widyawati memastikan per Juli nanti sebanyak 19 juta pelanggan 900 Volt Ampere (VA) yang telah dicabut subsidinya, akan mengalami penyesuaian tarif.

Nicke menjelaskan bahwa penyesuaian tarif kali ini merupakan periode terakhir sebagai bagian memasuki skema tarif adjustment.

“Jumlah 19 juta itu yang subsidinya dicabut, per Juli mulai masuk adjusment. Ini tahap terakhir,” katanya di Jakarta, Senin (19/6).

Lebih lanjut Nicke mengaku belum mengetahui besaran tarif pada semester nanti, saat ini proses perhitungan yang mengacu pada ICP, Kurs dan Inflasi sedang dalam tahap evaluasi.

Pada semester ini lanjut Nicke pihaknya telah memenuhi permintaan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif selain penyesuaian kebijakan pencabutan subsidi.

Dia juga berharap tarif listrik tidak mengalami kenaikan pada semester mendatang, namun sebagai korporasi tentunya akan diperhitungkan dari biaya pokok produksi (BPP). Sehingga naik atau turunya tarif akan ditentukan hasil evaluasi BPP yang dipengaruhi ICP, Kurs dan Inflasi.

“Kalau memang harus turun ya kita turunkan. Parameter yang tiga itu kan di luar kendali kita. Kita tanpa diminta pun spirit kita untuk menurunkan. Makanya kita berupaya menurunkan BPP. Untuk tarif nanti tergantung ICP, Kurs sama inflasi belum dibahas. Kita sudah mengajukannya tapi belum selesai, perlu waktu,” pungkasnya.

Dadangsah Dapunta

(Arbie Marwan)
BAGIKAN