Ribuan Hufaaz (para penghafal Al Qur'an) membaca Al Qur'an 30 Juz secara bersama-sama di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Rabu (27/7). Acara yang bertajuk "Membumikan Al Qur'an" tersebut diikuti 1000 santri se pulau Lombok yang diselenggarakan guna menguatkan mental serta antisipasi generasi muda dari faham radikalisme dan sekaligus memeriahkan MTQ Nasional XXVI di NTB yang akan diselenggarakan 30 Juli-6 Agustus 2016. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/ama/16.

Lebak, Aktual.com – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Ahkmad Khudori, menyatakan kehadiran pondok pesantren (Ponpes) dapat berperan aktif untuk menangkal paham radikalisme yang bisa menimbulkan perpecahan.

“Semua Ponpes di Lebak mengembangkan pendidikan agama Islam dengan benar juga cinta terhadap Tanah Air, juga mencegah paham radikal baik yang dikelola salafi maupun modern,” kata KH Akhmad Khudori di Lebak, Sabtu (19/8).

Kehadiran ponpes mencetak mecerdasan anak-anak bangsa yang memiliki ilmu pengetahuan agama Islam juga karakter akhlak mulya.

Mereka lulusan ponpes memberikan kontribusi terhadap negara dengan menjadi pegawai negeri sipil (PNS), Polri, TNI, jurnalis, pengusaha, pedagang dan pendakwah.

MUI Lebak menjamin ponpes di Lebak tidak mengembangkan paham radikalisme maupun terorisme.

Sebab, paham radikal dan terorisme dilarang ajaran Islam, bahkan perbuatan itu diharamkan.

Ajaran Islam di dunia adalah agama “rahmatan lil alamin” dengan mencintai kedamaian, kerukunan, saling menghormati dan toleransi di tengah perbedaan keyakinan agama, suku, etnis, budaya dan bahasa.

Karena itu, ajaran Islam tidak mengajarkan kekerasan maupun melakukan kekerasan seperti pembunuhan.

Saat ini, ponpes salafi mengutamakan pembelajaran nilai-nilai pendidikan keagamaan, seperti tafsir Al Quran, hadits, fiqih, Bahasa Arab, akhlak, akidah dan sejarah Islam.

Begitu juga ponpes modern dengan sistem pengajaran agama dipadukan dengan penerapan Bahasa Inggris, Matematika, PKN, Bahasa Indonesia, Biologi, Fisika dan lainnya.

“Kami yakin ponpes di sini tidak ada satupun yang mengajarkan radikalisme atau kekerasan,” katanya.

Menurut dia, MUI Lebak setiap tahun melakukan pembinaan kepada pengurus ponpes agar mengembangkan kecintaan terhadap NKRI, Pancasila, Undang-undang 45 dn Bhineka Tunggal Ika.

Sebab, cinta tanah air merupakan pardu kipayah sehingga umat Muslim wajib untuk mengisi kecintaan dengan meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami menilai ponpes cukup besar dalam membangun pendidikan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: