Jakarta, Aktual.com – Manusia diberi anugerah oleh Allah SWT berupa akal fikiran, dimana dengan akal fikiran tersebut manusia bisa berfikir tentang berbagai hal, dan selalu berkembang dari setiap masanya.

Dengan akal fikiran pula manusia bisa menyelesaikan banyak permasalahan sehingga pantas jika manusia dijadikan Allah SWT. sebagai kholifah atau pemimpin di muka bumi ini.

Salah satu cara mensyukuri nikmat akal tersebut adalah menggunakanya untuk mengenal dan mendekat kepada sang pencipta dengan jalan tafakkur atau berfikir.

Seseorang yang ingin mendekatkan diri kepada allah SWT. Hendaknya selalu meluangkan waktu untuk tafakkur, baik siang maupun malam, terutama saat senggang dan saat keadaan hati yang tenang seperti disaat tengah malam.

Baca Juga :  "Momentum Tepat bagi Kemenag Seragamkan 1 Ramadhan"

Tafakkur merupakan ibadah yang sangat baik bahkan melebihi ibadah ibadah yang lain, karena kebaikan kebaikan dunia dan kebaikan kebaikan agama merupakan hasil dari tafakkur secara sehat atau dari pemikiran yang sehat, sehingga sayyidina Ali bin Abi Tholib karromallohu wajhah warodliyallohu ‘anhu mengatakan :

لا عبادة كالتفكر

Artinya : “Tiada ibadah sebaik tafakkur“

Dan juga para ‘Arifin rohimahumullohu Ta’ala mengatakan :

الفكرة سراج القلب فإذا ذهبت فلا أضاءة له

Baca Juga :  Komisi VIII DPR Lihat Modus Penipuan Haji di Saudi, Mengapa Tidak Ditindak?

Artinya: “Tafakkur merupakan lentera hati dan apabila lentera tersebut hilang maka tak ada lagi cahaya di hati”

Dan berfikir juga termasuk amal para hamba Allah yang utama dan dikategorikan sebagai “Ulul Albab” seperti yang diterangkan dalam Alqur’an :

إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَءَايٰتٍ لِّأُو۟لِى الْأَلْبٰبِ :١٩۰
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّـهَ قِيٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بٰطِلًا سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ :١٩١

Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”( QS.Ali Imron 190 – 191 )

Baca Juga :  Syekh Yusri: Do'a Syafaat Nabi SAW Untuk Umatnya (1)

Demikian keutamaan tafakkur atau berfikir yang dilakukan oleh orang orang mukmin untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta alam raya.

Laporan: Syafiq Eljontrowi

(Andy Abdul Hamid)