Jakarta, Aktual.com – PLTU Riau-1 merupakan salah satu pembangkit listrik yang masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018 -2027. Program listrik ini merupakan program andalan Jokowi ketika terpilih menjadi presiden.

PLTU Riau-1 direncanakan memiliki kapasitas 2×300 megawatt (MW) dengan nilai investasinya 900 juta dolar AS atau sekitar Rp12,6 triliun.

Dengan nilai investasi sebesar itu nyatanya  proyek yang ditargetkan bisa beroperasi pada 2020/2021 itu, memakai mekanisme penunjukkan langsung.

Dalam proyek ini, PLN mengutus PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) dan PLN Batu Bara (PLN BB), sedangkan BlackGold Natural Resources Limited mengutus anak perusahaanya Samantaka Batubara.

Perusahaan penggarap pembangkit PLTU Riau-1 merupakan perusahaan konsorsium yang terdiri dari China Huadian Enginerring Co, Ltd (CHEC), PT Samantaka Batu Bara, PJB, dan PLN BB.

Mengacu Heads of Agreement (HoA) yang ditandatangani 15 September 2017 maka PJB memiliki 51 persen saham, sisanya sebanyak 49 persen dimiliki oleh konsorsium. PJB juga ditunjuk sebagai pemimpin proyek, CHEC terkait pendanaan sedangkan Samantaka dan PLN BB sebagai pemasok batu bara.

“Proyek PLTU Riau-1 itu penunjukan langsung, PJB (anak usaha PLN) yang bisa menunjuk,” ujar Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, di Jakarta (16/7).

Penunjukan Langsung BlackGold‎ atas Instruksi Sofyan. (Next Page…)

(Nebby)