Jakarta, Aktual.com – Pada masa kuliah strata s1 Maulana Syekh DR.Abdul Mun’iem –Hafidzahullahu Ta’ala- banyak menimba ilmu dari sejumlah para ulama terkemuka yang kebetulan mereka pada saat itu mengisi materi kuliah di beberapa perguruan tinggi di Maroko.

Diantara mereka adalah salah satu tokoh ulama dari trah Shiddiqiyah yang tak lain adalah pamannya sendiri yaitu al ‘Allamah al Muhaddits Sayidi Ibrahim bin Muhammad Shiddiq al Ghumari –Qaddasallahu sirrahu- yang pada saat itu sering mengisi materi kuliah ilmu hadits di fakultas Ushuluddin Universitas Tetuan.

Baca Juga :  Syekh Yusri: Semakin Minim Ilmu Semakin Banyak Ingkar (3)

Dan ketika menempuh jenjang pendidikan s2 magister di Universitas al Qarawein Fes, selain intens istifadah (mengambil pelajaran) dari pamannya, beliau juga banyak belajar pada al ‘Allamah Syekh Muhammad Hammad al-Shaqili, al ‘Allamah Syekh al Ghazi al Husaini dan masyaikh lainnya.

-Menerima banyak sanad dari para ulama

Sebagai seorang pelajar atau murid yang menjungjung tinggi tradisi para ahli hadist dalam keterikatan hubungan silsilah sanad hadist mereka kepada Rasulullah SAW, beliau banyak memperoleh ijazah sanad dari hampir semua para ulama sepuh yang masih ada pada waktu itu.

Baca Juga :  PPIH: Calon Haji Diminta Waspada Kejahatan di Tanah Suci

Beliau mendapat ijazah sanad semua periwayatan hadist dengan ijazah yang menyeluruh dari ayah beliau yaitu Syekh Abdul Aziz bin Muhammad Shiddiq –Qaddasallahu Sirrahu- dan darinya pula beliau mendapat ijazah talqin wirid tarekat Shiddiqiyah Syadziliyah serta mendapatkan izin untuk mengijazahkan atau mentalqin tarekat tersebut (kepada orang-orang yang ingin melakukan suluk tasawuf), selain dari ayahandanya, beliau juga mendapatkan ijazah yang sama dari uwa dan pamannya yaitu Syekh al Muhaddits Sayidi Abdullah bin Muhammad Shiddiq dan Syekh al Ushuli Sayidi Abdul Hay –Qaddasallahu Sirrahuma-

(Andy Abdul Hamid)