Karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/18). Langkah pemerintah melakukan penyesuaian BBM semakin memberatkan rakyat dan jelas tidak pro rakyat. Daya beli akan kembali terganggu karena langkah tersebut menyulut inflasi. AKTUAL/Tino Oktaviano

Rengat, Aktual.com – Masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, merasa kecewa Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai langka di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang mengakibatkan banyak kendaraan terpaksa parkir di rumah.

“Beberapa petugas SPBU menuliskan kata – kata “minyak kosong”. Kami kecewa sudah beberapa hari terjadi kelanggaan BBM, tidak bisa beraktivitas,” kata Yetniar (42 tahun), salah satu anggota masyarakat Indragiri Hulu di Rengat, Rabu (11/7).

Ia mengatakan, pemilik mobil, baik bus maupun kendaraan pribadi banyak yang harus parkir di rumah masing – masing akibat minyak kosong di sejumlah SPBU di Kota Rengat maupun Rengat Barat, ini juga berdampak kepada aktivitas terganggu, ekonomi warga menurun karena tidak bisa buka usaha.

Ada sejumlah pelanggan SPBU terpaksa membeli BBM di kaki lima yang menjual minyak dengan harga tinggi, kalau untuk kendaran roda dua tidak terlalu beresiko karena yang dibeli hanya beberapa liter saja, sementara untuk kebutuhan roda empat agak sulit.

“Karena kebutuhannya banyak, selain khawatir kualitas minyak,” sebutnya.

Alasan terjadinya kelangkaan belum jelas, informasi yang diterima dari berbagai pihak karena bakal ada kenaikan harga BBM dan terjadi penjualan ke sejumlah perusahaan besar, hasilnya menguntungkan pihak SPBU.

Salah satu warga Indragiri Hulu Amin (32) menyebutkan, jika terjadi kelangkaan selama beberapa hari dapat mengakibatkan lumpuh lalu lintas, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pergi ke kantor memakai kendaran roda empat karena BBM kosong memungkinkan mereka tidak masuk kerja.

“Cara lian terpaksa pinjam motor kekantor, atau numpang sama teman,” ujarnya.

Hal ini disebabkan, di rumah tidak menyediakan stok BBM, selain itu perlu kembali ditegaskan agar pihak SPBU tidak menjual minyak ke perusahaan atau masyarakat untuk dijajakan jika merugikan kepentingan umum.

Menurut dia, instansi terkait harus berperan aktif untuk mengawasi semua SPBU agar taat aturan dan memberikan sanksi tegas kepihak yang berusaha bermain atau menyalahi aturan.

Tokoh Masyarakat Indragiri Hulu Arpan menduga, kelangkaan minyak dalam beberapa hari ini dikarenakan ada permainan harga, selain secara diam-diam diduga pemilik SPBU menjual kepada perusahaan, hal ini perlu diselidiki oleh penegak hukum.

“Demi untuk kepentingan bersama, semua pihak harus tegas dan jika perlu diberikan kemudahan untuk mendirikan SPBU mini,” pintanya.

Alasannya, jika ada banyak SPBU mini di setiap kecamatan maka kelangkaan dapat teratasi, selain pentingnya penambahan quota dari pihak Pertamina agar kebutuhan masyarakat Indragiri Hulu terpenuhi.

Instansi terkait dan sejumlah pemilik SPBU di Indragiri Hulu belum dapat diminta keterangannya berkaitan dengan terjadinya kelangkaan BBM di daerah setempat.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)