Jakarta, Aktual.co —Seorang teman curhat soal biaya dan usaha kerasnya agar tidak sering jatuh sakit.

“Coba kita hitung dan ingat kembali. Dalam setahun lalu, berapa kali kita tidak masuk izin tidak kantor karena sakit,” katanya.

Dia kemudian bercerita beberapa kali dia izin kantor tahun 2014 lalu. “Saya pernah jatuh dari sepeda motor, sempat izin 10 hari karena harus dirawat di rumah sakit. Saya juga pernah kena batuk dan flu berat, sehingga harus bed rest 3 hari penuh”.

Dia mengaku juga beberapa kali pernah izin karena sakit kepala dan keluhan di pinggangnya. Itu belum penyakit diabetes menahun yang terkadang kambuh. “Saya akhirnya menyadari bahwa agar tidak sakit ternyata butuh perhatian ekstra keras”.

Ya, dia akhirnya sadar. Sudah terlalu banyak biaya material dan non material yang sudah dia keluarkan agar tidak terlalu sering sakit.

Sebenarnya, curhat itu dialami juga oleh kita. Bahkan ada yang lebih parah dari itu.  

                                                                                              *******

Namun kita lupa, seorang manusia yang jatuh sakit adalah akibat fisiknya sakit atau hatinya (ruhaninya) sakit. Ingat, hakikat manusia adalah harmonisasi antara fisik dan hati (ruh). Jadi, bukan fisik saja yang bisa sakit. Tapi hati juga bisa sakit.

Ya. Karena kita terlalu sering melihat sakit adalah sakit fisik maka secara perlahan hati yang sakit tidak lagi pernah terpikirkan oleh kita.

Al-‘Arifbillah Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi pernah mengingatkan soal ini:  “Jika seorang manusia juga memedulikan penyakit hati seperti penyakit badan, niscaya mereka akan mendapatkan tabib di hadapan mereka. Tetapi, sedikit sekali yang membahas masalah ini, karena mereka telah dikuasai nafsu dan akal”.

Seperti penyakit fisik yang bisa disembuhkan dengan obat, dokter dan perawatan di rumah sakit. Begitu juga dengan penyakit hati. Pasti ada obat, dokter dan cara menyembuhkannya.

Ingat juga pesan Kanjeng Nabi Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. “Ketahuilah, dalam tubuh kita terdapat segumpal daging. Bila segumpal daging itu baik, baiklah seluruh tubuh. Namun, bila segumpal daging itu rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Daging itu adalah hati kita” (HR.Bukhari dan Muslim)

Rosululloh sudah mengingatkan, bahwa penyakit yang sangat berbahaya bukanlah penyakit fisik, namun penyakit hati.

Dan ingat juga penyakit hati yang tak terobati lah yang sebagian besar menyebabkan manusia sakit fisik-nya.

Mari kita introspeksi kembali, seberapa besar upaya material dan non material yang sudah kita keluarkan agar hati kita tidak sakit? Apakah sebanding dengan upaya kita agar fisik kita tidak sakit?

Artikel ini ditulis oleh: