Nigeria, Aktual.com – Lebih dari 90 siswi Nigeria dikabarkan hilang setelah kelompok pemberontak Boko Haram menyerang sebuah desa di negara bagian Yobe di timur laut. Hilangnya murid-murid itu merupakan insiden terbesar sejak Boko Haram menculik lebih dari 270 murid perempuan dari kota Chibok pada 2014.

Kasus Chibok telah mengundang perhatian dunia atas pemberontakan yang telah berlangsung selama sembilan tahun. Pemberontakan tersebut yang telah menciptakan situasi, yang disebut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

“Ketika diabsen pada Selasa, 91 murid tidak ada,” kata dua saksi yang mengetahui kasus tersebut seperti yang dilansir Reuters, Rabu (21/2).

“Saya lihat anak-anak perempuan menangis dan meratap-ratap di tiga kendaraan Tata dan mereka berteriak-teriak minta tolong,” kata seorang saksi mata dari desa di dekat lokasi kejadian, Gumsa.

Menurut laporan, saksi tersebut dipaksa oleh para pemberontak untuk menunjukkan jalan keluar dari desa dan kemudian dia dibebaskan. Reuters pun belum dapat memastikan kebenaran keterangan saksi mata bahwa Boko Haram telah menculik murid-murid perempuan dalam serangan di Dapchi pada Senin petang.