Pyongyang, Aktual.com – Korea Utara mengatakan, sanksi-sanksi baru yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat tidak akan berhasil dan Pyongyang telah mempersiapkan “formula” untuk membalas tindakan AS itu.

Sanksi-sanksi sepihak yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Korut dan negara-negara terkait lainnya merupakan “pelanggaran yang sia-sia terhadap kedaulatan serta pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional yang telah diakui secara universal,” kata direktur penelitian politik Lembaga Kajian Amerika pada Kementerian Luar Negeri Korut, seperti diberitakan Reuters, ditulis Jumat (2/3).

Trump pada 23 Februari mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan meluncurkan satu paket sanksi terhadap Korea Utara dengan mengincar 56 kapal, perusahaan pelayaran dan bisnis perdagangan.

“Sanksi-sanksi anti-Korea Utara itu serta tekanan oleh kelompok Trump bisa digambarkan sebagai “yang paling keras” pernah dilakukan dalam sejarah mengingat sifatnya yang ganas dan sangat konservatif,” bunyi pernyataan direktur tersebut.

Pernyataan menyebutkan bahwa, pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama, Amerika Serikat mengumumkan 217 rancangan sanksi atas 28 peristiwa selama delapan tahun kepemimpinan Obama sementara pemerintahan Bush mengeluarkan 11 rancangan sanksi atas dua peristiwa selama ia menjalankan jabatan sebagai presiden AS selama delapan tahun.

“Sangat menyedihkan untuk melihat bahwa kelompok Trump secara meluap-luap berpegang teguh pada sanksi dan tekanan, masih bermimpi bahwa (sanksi-sanksi) terhadap kita itu akan berhasil,” bunyi pernyataan.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: