BAGIKAN

Jakarta, Aktual.com – Komunitas Muslimah, HijraHeart, menyelenggarakan diskusi bertemakan pengenaan busana muslim atau hijab bersama civitas akademika Universitas Indonesia dan menghasilkan petisi pengenaan hijab yang diharapkan dapat mendukung gerakan hijab di seluruh dunia.

“Para muslimah yang mengenakan hijab masih menghadapi tantangan pelarangan mengenakan hijab, terutama di tempat-tempat kerja tertentu,” ujar juru bicara HijraHeart, Amaliah Begum di Jakarta, Jumat (17/2).

Dia menjelaskan, forum diskusi tersebut menghimpun pendapat para Muslimah mengenai pembatasan hijab yang masih kerap terjadi di masyarakat, kondisi ideal yang diharapkan serta solusi yang dapat ditempuh guna menghadapi persoalan tersebut.

Menurut Amaliah yang juga merupakan Duta Gerakan Hari Hijab Dunia atau “World Hijab Day” Indonesia, mengenakan hijab bagi muslimah merupakan kewajiban dalam beragama, sehingga semestinya tidak dilarang atau dibatasi oleh siapa pun.

Apalagi, kata dia, Indonesia yang merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, seharusnya melindungi para Muslimah yang mengenakan hijab.

Petisi yang ditandatangani oleh puluhan mahasiswa dan penggiat hijab di Tanah Air itu akan mendukung kampanye pengenaan hijab di seluruh dunia di bawah gerakan “World Hijab Day”.

Gerakan “World Hijab Day” pertama kali didirikan pada 1 Februari 2012 di Amerika Serikat oleh Nazma Khan yang secara pribadi sering mengalami perlakuan diskriminatif dari masyarakat setempat karena penampilannya yang berkerudung.

Sejauh ini gerakan tersebut telah tersebar di 150 negara dan diharapkan bertambah menjadi 190 pada 2017.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)