Ketua MPR Zulkifli Hasan (Dok MPR)

Jakarta, Aktual.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan bukanlah isu kemajemukan atau intoleransi umat beragama.

Menurutnya, tantangan yang harus diselesaikan oleh pemerintah dalam menjaga keutuhan bangsa justru ada pada sektor ekonomi, khususnya kesenjangan ekonomi yang semakin membesar.

“Jadi masalah Indonesia itu, bukan persoalan agama yang seperti ditakutkan. Tapi soal kesenjangan ekonomi yang terlalu dalam,” kata Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam diskusi ‘Penurunan Daya Beli, Kerjaan Orang Politik atau Benar Adanya’ di Institute Perbanas, Jakarta, Kamis (7/12).

Baca Juga :  Harga Sembako Naik, PDIP: Salah Pasang Orang, Thomas Lembong DNA-nya Kapitalis

Ia menambahkan, perekonomian nasional hanya dikuasai oleh segelintir orang saja, tepatnya hanya 5% dari total penduduk Indonesia. Ketimpangan ekonomi, lanjutnya, pun sangat tampak jika membandingkan Jawa dan luar Jawa.

“Kita bandingkan saja PBD untuk Jawa mencapai 62%, sedangkan luar Jawa khususnya Indonesia Bagian Timur 12%,” tambah Ketua Umum PAN ini.

Baca Juga :  Dengan Mimik Wajah Tidak Suka, Jokowi Enggan Tanggapi Reshuffle

Zulhas mencontohkan kasus lain yang mengakibatkan ketimpangan di tengah rakyat Indonesia. Mantan Menteri Kehutanan era SBY ini menyatakan, maraknya area pertambangan yang ‘dimainkan’ oleh para kepala daerah dengan menjual izin-izin pertambangan kepada pengusaha asing.

“Hal ini juga menjadi pemicu adanya kesenjangan di daerah. Kita punya segalanya, tapi seolah juga tak punya segalanya. Lihat saja, tambang ema dikuasai Freeport, Nikel juga dikuasai Tiongkok, Kelapa Sawit dimiliki Malaysia,” terang Menteri Kehutanan Kabinet Bersatu II ini.

(Nebby)