Kepala Bdan Narkitika Nasional (BNN) Komjen Polisi Budi Waseso (tengah) didampingi sejumlah petinggi BNN, mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/2). Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja pencegahan dan pemberantasan Narkotika oleh BNN selama 2017 serta arah kebijakan BNN pada tahun 2018. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menutup 36 diskotek di Jakarta yang terindikasi tempat peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) ditutup.

“Negara kita ini perlu ‘action’, perlu perbuatan nyata. Jadi kalau hanya untuk main-main, enggak mau saya, tapi kalau pak Anies (Baswedan, Gubernur DKI Jakarta) betul yang saya kasih terus langsung ditutup, saya mau. Tapi kalau nggak mau, nggak usahlah, itu untuk saya sendiri, gitu aja,” kata Buwas di Bogor, Kamis (22/2).

Hal tersebut terkait rencana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang akan melakukan pertemuan dengan Buwas terkait indikasi adanya peredaran narkoba di 36 diskotek di Jakarta.

“Saya menyuruh beli di 36 dan berhasil semua, baik ekstasi maupun sabu. Saya nggak bisa sebutkan yang paling banyak, pokoknya yang penting rata-rata Jakarta lah. karena yang kemarin paling besar juga kita temukan juga peredaran besar juga di Jakarta,” kata Buwas.

Dia meminta Pemprov DKI Jakarta harus konsekuen serta komitmen melakukan tindakan nyata di lapangan terkait peredaran gelap narkoba.

“Saya serahkan kepada Kepala BNNP DKI, karena itu wilayahnya BNNP, karena saya tidak boleh melangkahi itu. Dan saya siap bertemu terkait 36 diskotek itu. Tapi saya maunya kalau ada tindakan lanjut, kalau nggak, saya nggak mau,” kata Buwas.

Tindakan lebih lanjut adalah penutupan dan harus konsekuen dilakukan. Namun Kepala BNN sampai hari ini pun masih merahasiakan nama-nama dari 36 diskotek tersebut.

“Tapi masih menjadi target saya, yah saya sampaikan pada anggota, target ini harus bisa sergap harus bisa dibuktikan,” kata Buwas.

Dan merata ada di semua wilayah Jakarta dan menurut informasinya ada 81 diskotek, dirandom hanya 36 diskotek yng positif ada, katanya.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)