Gedung BUMN Jakarta

Bogor, Aktual.com – Setelah harga bahan bakar minyak (ВВМ) dan semen ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi satu harga di seluruh Indonesia, terutama di Papua, kini Kementerian BUMN mengklaim bisa melakukan kebijakan satu harga terkait biaya di pelabuhan.

“Kita sudah persiapkan untuk turunkan cost logistik di pelabuhan. Agar satu harga. Dan ini menuju daya saing yang baik. Kenapa kita butuh? Karena selama tarifnya itu lebih mahal dari Singapura,” ujar Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Saranan-Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, Pontas Tambunan, Jumat (28/4).

Dalam penerapannya, penurunan biaya logistik ini akan diberlakukan dari barang masuk sampai keluar di pelabuhan-pelabuhan utama. Seperti di Pelabuhan Tanjung Priok, Surabaya, Makasar dan Belawan.

Saat ini, lanjut Pontas, pihaknya masih mensosialisasikan ke pengguna jasa dan nantinya akan dibuat aturannya di Kementerian Perhubungan.

“Selama ini yang mahal itu di-handling atau container handling charge (CHC). Kalau di pelabuhan ada kapal yang mau mendekat, setorannya ke pemerintah. Tapi untuk nariknya (bayar) ke BUMN,” ungkap Pontas.

CHC tersebut selama ini di masing-masing pelabuhan utama berbeda-beda tarifnya. Tarifnya berkisar US$ 60, US$ 70 hingga US$ 80 per kontainer. Satu harga di pelabuhan ini ditekankan sebesar 5 hingga 7 persen.

“Kalau mau turun lebih lagi, ya itu wilayah di Medan Merdeka (Istana Negara),” pungkas Pontas.

(Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh: