Suasana prosesi pemakaman Polisi Bripda Taufan Tsunami korban bom bunuh diri Kampung Melayu di Pemakaman umum Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017). Bripda Taufan Tsunami, merupakan salah satu anggota Dit Sabhara Polda Metro Jaya yang gugur saat bertugas di Terminal Kampung Malayu karena serangan bom bunuh diri. AKTUAL/Munzir

Surabaya, Aktual.com – Kementerian Sosial menyantuni korban dan keluarga bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur pada 13 – 14 Mei lalu.

“Kami ditugasi Bapak Menteri untuk menyerahkan santunan kepada keluarga korban dan korban serangan bom bunuh diri,” ujar Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementerian Sosial Nurul Farijati saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Jumat (18/5).

Di Rumah Sakit milik Kepolisian Daerah Jawa Timur itu Nurul melihat kondisi korban serangan bom bunuh diri, ditemani Duta Perdamaian dan pejabat dari Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Rata-rata kondisi korban terihat sudah membaik. Wajahnya sudah tidak pucat lagi,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Kementerian Sosial memberikan santuan terhadap para korban sebesar Rp345 juta untuk tahap pertama untuk 13 korban meninggal dunia dan 30 korban yang luka-luka.