Jakarta, Aktual.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menyatakan program penguatan pendidikan karakter (PPK) terintegrasi dalam mata pelajaran dan tidak hanya pada satu bidang studi saja.

“Tugasnya PPK tidak hanya guru agama tetapi seluruh terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran. Sehingga anak-anak dapat internalisasi dalam mata pelajaran tersebut,” ujar Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD), Dr Khamim dalam diskusi pendidikan karakter di Jakarta, Rabu (11/7).

Saat ini, jumlah SD yang mengikuti PPK sebanyak 1.084 sekolah. Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah rujukan PPK.

Selain itu, juga ada pemerintah daerah juga mengembangkan dan mendiseminasikan pembelajaran yang diberikan sudah memiliki muatan PPK.

“Termasuk di pembelajaran yang diberikan di sekolah pelaksanaan kurikulum 2013 memiliki muatan tersebut. Jadi otomatis rencana pembelajaran di satuan pendidikan sudah diintegrasikan dengan PPK.” Dia menambahkan tripusat pendidikan membangun karakter anak melalui sinergi sekolah, keluarga dan masyarakat untuk memperkuat karakter bangsa dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Penguatan pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud untuk pendidikan moral dan pendidikan akhlak yang bertujuan membentuk pribadi anak yang lebih baik dan selalu siap dalam setiap perubahan.

Salah satu langkah pemerintah dalam mendorong pendidikan karakter adalah melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga yang sesuai dengan Pancasila. Lima nilai utama karakter pada siswa sekolah dasar dalam program penguatan pendidikan karakter (PPK), yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)