Mendikbud Muhadjir Effendy mengikuti rapat kerja dengan Komite III DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (31/1). Raker itu membahas persiapan pelaksanaan ujian nasional dan program kerja Kemendikbud tahun 2017. ANTARAFOTO/Wahyu Putro A/pd/17

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta untuk memberikan penjelasan secara terbuka terkait materi soal matematika pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA 2018, yang dinilai tidak sesuai dengan kisi-kisi dan sangat sulit.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, mengatakan hal itu melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Senin (16/4), dengan meminta Komisi X DPR RI mengundang Kemendikbud untuk memberikan penjelasan secara terbuka pada rapat kerja di DPR RI.

Menurut Bambang Soesatyo, Komisi X DPR RI agar mendorong Kemendikbud mengkaji kembali standar nasional pendidikan terutama terkait mata pelajaran matematika, dengan melibatkan Federasi Serikat Guru Indonesia dan Persatuan Guru Republik Indonesia (FSGI dan PGRI).

Kemendikbud dalam penyusunan soal ujian nasional (UN), kata dia, sebaiknya sesuai dengan cakupan materi pada simulasi UN dan uji coba UN.

Bambang juga mengimbau kepada sekolah-sekolah untuk memberikan konseling terhadap siswa yang mengalami tekanan psikologis setelah mengikuti UNBK 2018.

Sebelumnya, FSGI memprotesnya soal matemetika pada UNBK SMA 2018 yang dinilai sangat sulit bagi siswa SMA dan tidak sesuai dengan kisi-kisi dalam kurikulum.

Soal ujian matematika pada UNBK SMA 2018 itu juga dinilai jauh berbeda dengan materi soal try out untuk UNBK SMA 2018.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)