Bus tingkat atau double tingkat atau double decker yang saat ini menjadi pilihan transportasi perjalanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Jakarta, Minggu (4/3/18). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Djoko Setijowarno menilai angkutan umum di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi harus direvitalisasi mengingat tingkat kemacetan yang semakin tinggi.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/3) ia mengatakan jumlah penduduk Jabodetabek 31.077.315 jiwa dengan 24.897.391 kendaraan bermotor.

Kendaraan bermotor tersebut terdiri dua persen angkutan umum, 23 persen mobil pribadi dan 75 persen sepeda motor (Rencana Induk Transportasi Jabodetabek).

Total pergerakan di Jabodetabek pada 2015 sebesar 47,5 juta per hari, sementara itu pergerakan dalam kota Jakarta 23,42 juta orang per hari.

Pergerakan komuter 4,06 juta orang per hari dan pergerakan melintas Jakarta dan internal Bodetabek 20,02 juta orang per hari, kemudian pada 2018 sudah mencapai 50 juta pergerakan per hari.