Washington, Aktual.com – Sebuah penelitian yang dilakukan sebuah Universitas di Denmark menemukan bahwa kegiatan bersepeda bisa membantu mencegah penyakit diabetes tipe 2.

Dalam hasil studi yang disiarkan di Jurnal PLOS Medicine itu, dituliskan, bersepeda, baik untuk alat transportasi ke tempat kerja atau sebagai kegiatan rekreasi, kemungkinan bisa membantu mencegah diabetes tipe 2.

Untuk mendapatkan hasil itu, Martin Rasmussen dari University of Southern Denmark dan rekannya merekrut 24.623 lelaki dan 27.890 perempuan berusia kisaran 50-65 tahun di Denmark.

Penelitian berlangsung selama lima tahun. Dari situ didapatkan pengaruh antara kebiasaan bersepeda dengan penyakit diabetes yang diukur di Danish National Diabetes Registry. Para peserta yang bersepeda lebih kecil kemungkinan terserang diabetes tipe 2. Resiko terserang penyakit tersebut semakin berkurang saat peserta menghabiskan waktu lebih banyak bersepeda di akhir pekan.

“Hasil memperlihatkan orang yang memiliki kebiasaan bersepeda selama masa itu menghadapi kemungkinan 20 persen lebih kecil untuk terserang diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang tidak bersepeda,” tulis hasil penelitian, dilansir dari Xinhua, Rabu (13/7).

Rasmussen mengatakan, temuan ini mungkin jadi kabar yang menarik bagi masyarakat yang hanya punya sedikit waktu untuk terlibat dalam kegiatan fisik dengan menjadikan bersepeda sebagai solusinya. “Karena bersepeda dapat dimasukkan ke dalam kegiatan setiap hari,” ucap dia.

Di dalam satu artikel yang menyertai studi itu, Jenna Panter dan David Ogilvie dari University of Cambridge menyerukan kegiatan kesehatan masyarakat untuk mendukung campur tangan penilaian yang dirancang untuk meningkatkan kebiasaan kegiatan fisik di dalam masyarakat.

“Masa depan pencegahan diabetes tampaknya tergantung atas pengesahan tindakan kesehatan masyarakat yang lebih ambisius, inovatif, dan radikal, dan bukan sekedar terus melakukan metoda ‘pencegahan lemah’ yang ada dengan intensitas yang lebih besar,” tulis kedua ilmuwan tersebut.

“Tak terelakkan bahwa sebagian strategi akan lebih berhasil dibandingkan dengan yang lain dan setiap ‘penyelesaian’ yang diberikan bisa menghasilkan masalah baru, tapi ini tak boleh dijadikan alasan untuk tidak berdiam diri.” (Antara)

()