Notice: Undefined index: news_reporter in /data/wp-content/plugins/aktual/index.php on line 223

Jakarta, Aktual.com – Mantan Menteri Koordinator Perekonomian dan Kepala Bulog era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli mengecam sikap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang mau mengimpor beras di saat harga komoditas strategis ini tengah naik tinggi.

Sementara di tingkatan petani dalam satu-dua bulan lagi akan ada panen raya. Jelas ini kebijakan yang hanya menguntungkan diri sendiri dan mengorbankan kalangan petani.

“Katanya ada keputuan harus impor dalam dua-tiga hari ini. Yang benar saja, ini kan mau panen. Kebijakan yang salah. Jujur saja, kalau mau impor, itu cari keuntungan untuk kantong pribadi  atau komisi sebanyak USD 20-30 per ton. Transaksi dan lainnya dilakukan di luar negeri,” jelas Rizal di sebuah acara di Jakarta, ditulis Jumat (12/1).

Selama ini masalah beras ini memiliki masalah klasik yang belum juga terselesaikan, yakni soal data. Dan seharusnya yang bisa menyesuaikan ini adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution.

“Saya bingung Menko sekarang ada di mana saat harga beras ini naik. Sehingga yang ada hanya impor saja. Padahal, dalam sejarah politik Indonesia, uang paling mudah itu didapat dari impor komoditas. Kalau mau main, main di beras, di kedele, gula, daging, itu duitnya gampang untuk nyolongnya,” kata dia.

Dia menegaskan, saat ini stok Bulog sebanyak 900 ribu ton. Itu masih cukup buat persediaan untuk dua bulan ini. Karena dalam waktu itu akan panen sekitar Februari dan Maret nanti.

“Itu Bulog bisa beli. Karena selama ini Bulog sendiri pasif. Pada saat panen dia tidak membeli, saya juga tidak tahu sengaja atau tidak tahu nih sikap Bulog ini. Kalau Bulog beli dan bisa stok di gudang sebanyak 2 juta ton. Itu cukup,” kecamnya.

Waktu panen 2017 itu, Bulog tak agresif untuk beli beras dan menambah stok. Ini memang karena banyak pejabat Bulog yang malas. Harusnya mereka beli langsung dari petani malah beli dari tengkulak.

“Seharusnya bisa lebih murah, justru semakin mahal beli dari tengkulak. Seharusnya tindak yang main-main ini. Jangan pakai tengkulak dong,” jelas dia.

 

Pewarta : Busthomi

(Dedy Kusnaedi)
BAGIKAN