BAGIKAN

Banda Aceh, Aktual.com – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin, menerima peserta demo dari Mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin (20/3).

Para mahasiswa menuntut Gubernur Aceh agar segera menyelesaikan permasalahan mutasi Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), kawasan ekonomi khusus (KEK) Arun Lhokseumawe dan menciptakan suasana perpolitikan yang aman di aceh serta mengedepankan kesejahteraan Rakyat Aceh.

Ketua Umum PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad selaku koordinator aksi juga meminta Gubernur Aceh menerima audiensi mahasiswa.

“Kami ingin meminta penjelasan langsung dari Gubernur Aceh terkait berbagai persoalan yang terjadi di akhir periode Gubernur Zaini Abdullah,” kata koordinator aksi Tuanku Muhammad.

Dalam aksinya, mahasiswa KAMMI membawa spanduk bertuliskan ‘Gubernur Aceh Gagal’ dan beberapa tulisan lainnya dalam kertas karton.

Kepada Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin sangat menyambut baik aksi kontrol sosial yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI.

“Sebenarnya Gubernur ingin bertemu dengan adek-adek mahasiswa, tapi Gubernur sudah ada jadwal untuk melakukan peninjaun UAN di SMAN 4 DKI Jakarta dan SMAN 1 Peukan Bada yang tidak bisa di tinggalkan,” ujar Mulyadi.

Terkait persoalan mutasi yang dilakukan Gubernur Aceh, Mulyadi menjelaskan bahwa Roda Pemerintahan Aceh tetap berjalan seperti biasa karena mutasi yang dilakukan oleh Gubernur Aceh berdasarkan peraturan yang berlaku.

“Tadi pada saat apel pagi, Gubernur sudah menegaskan bahwa Pemerintahan Aceh tetap berjalan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Mulyadi.

Terkait persoalan KEK Arun, Mulyadi mengatakan bahwa Gubernur Aceh berkeinginan agar KEK di kelola oleh Pemerintah Aceh.

(Masriadi Sambo)

(Soemitro)