Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka pameran Indonesia Properti Expo 2017 di JCC, Jakarta, Jumat (11/8/2017). Pameran Indonesia Properti Expo yang diselenggarakan setiap tahun menghadirkan hampir 845 proyek perumahan dengan berbagai promosi menarik dalam rangka HUT ke-72 RI dan akan mencatatkan potensi kredit kepemilikan rumah baru senlai Rp 5 triliun. AKTUAL/Eko S Hilman

Jember, Aktual.com – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sikap Indonesia kepada dunia, akan keras jika sudah terkait dengan masalah Palestina.

“Kalau Palestina tertekan, statement kita keras, karena itu kenyataan di sana berdasar dari Dubes kita di Palestina. Itu adalah pelanggaran berat HAM ya, kita sampaikan kepada dunia,” kata Jokowi di Jember, Sabtu (12/8).

Jokowi menyatakan hal itu dalam pertemuan dengan pimpinan Pondok Pesantren Assunniyyah dan para santri di Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, Sabtu malam.

Jokowi menyebutkan Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

“Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, ini adalah kekuatan dan potensi yang kita miliki,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu Jokowi kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar dengan 250 juta penduduk, 714 suku, 1000 lebih bahasa lokal dan 17.000 pulau.

“Ini harus dijaga agar ke depan bangsa ini semakin maju, sejahtera dan rakyat bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenteram dan makmur.

Ia juga menceritakan peringatan dari Presiden Afganistan bahwa dengan 714 suku yang beda agama, 1.100 bahasa lokal hidup di 17.000 pulau, jika gesekan kecil tidak segera diselesaikan, maka berpotensi menjadi besar. Konflik di Afghanistan bermula dari dua kelompok yang kemudian menjadi besar karena melibatkan pihak asing. Saat itu di negara itu hanya ada tujuh kelompok.

Ia menyebutkan saat ini di Afganistan ada 40 kelompok dan potensi perselisihan masih besar. “Saya ingin ingatkan kepada kita, beruntung kita punya Pancasila yang menjadikan kita rukun antar daerah, agama, ada ukhuwah islamia, watonaih dan basariah juga baik dan kita bisa membangun agar menjadi negara yang semakin baik dan maju,” katanya.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)