Jakarta, Aktual.com – Motif politik kebangsaan dan kepentingan Sutiyoso masih dipertanyakan publik, jika dia menjadi Kepala Badan Intelijen Negara.

Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun menyebutkan, muatan politik balas jas pada penunjukkan Sutiyoso sebagai Kepala BIN sangat kental terasa.

Oleh karena, motif politik dan kepentingan Sutiyoso wajib dipertanyakan, dimana BIN adalah lembaga fundamental untuk pertahanan negara bukan untuk kepentingan kelompok.

“Yang jadi tanya sekarang, Sutiyoso ini jabat KA BIN untuk kepentingan mata dan telinga rezim (Jokowi) atau kepentingan bangsa dan negara,” katanya saat berbincang dengan Aktual.com, Rabu (24/6). (Baca: Imperium BIN Jatuh Jika Sutiyoso Memimpin)

Kalaupun, sambung Ubed, kepentingan rezim diutamakan, maka marwah BIN sebagai fubdamental pertahanan negara akan runtuh dengan sendirinya.

“Bahaya kalau sampai itu terjadi,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh: