Pedagang merapikan timun suri dagangannya di pasar Pal Merah, Jakarta, Jumat (18/5). Memasuki bulan Ramadan, omset penjualan timun suri yang dijual seharga Rp 10.000 per kilogram tersebut meningkat, karena pada umumnya masyarakat membeli timun suri sebagai salah satu santapan untuk berbuka puasa. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, warga Jakarta memadati sejumlah pasar tradisional untuk belanja bahan kebutuhan masakan khas lebaran.

Warga memadati Pasar Tradisional Deprok Cipinang dan Pasar Cipinang Muara, Jakarta Timur pada Rabu atau H minus 2 jika Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat (15/6).

Sejumlah warga yang dominan kaum ibu memenuhi area pasar yang menjual palawija, daging sapi dan ayam, serta kebutuhan pokok tersebut.

Di Pasar Deprok Cipinang, ibu-ibu ramai mengantri di lapak penjual kelapa dan bumbu dapur ataupun kios palawija.

Masyarakat mengaku mendahului belanja kebutuhan masakan untuk Hari Lebaran guna menghindari harga yang biasanya semakin meninggi mendekati Idul Fitri pada setiap tahunnya.

“Kalau H-1 lebaran, biasanya naik harga-harganya. Saya menyiapkan dari dari jauh-jauh hari dan baru dimasak besok,” kata seorang ibu pembeli bawang merah di Pasar Deprok Cipinang, Haris (47).

Haris mengaku dia juga membeli sayuran dan daging untuk disimpan hingga setelah lebaran karena pasar-pasar tradisional tutup setelah hari raya Idul Fitri.

Pasar tradisional pada hari-hari biasa cenderung sepi menjelang siang hari. Namun jika menjelang hari lebaran, kegiatan jual beli di pasar masih terjadi hingga pukul 12.00 WIB.

Antrian pembeli juga terjadi di loss daging sapi serta penjual ayam di Pasar Cipinang Muara.

Penjual daging sapi di pasar itu, Jejen (48), mengatakan biasanya pembeli mulai “menyerbu” pasar sejak H-3 sebelum lebaran.

“Mulai ramai biasanya dari H-3 sampai sehari sebelum lebaran. Saya juga ‘nambah’ persediaan dagingnya,” ujar Jejen.

Masyarakat Jakarta rata-rata mempersiapkan masakan khas lebaran berupa ketupat ataupun lontong, sayur pepaya atau labu siam, semur daging, opor ayam, rendang, dan sambal goreng kentang.

Bahan baku yang diperlukan antara lain daging sapi, daging ayam, buah pepaya muda, buah labu siam, kentang, buah petai, hati sapi, serta bahan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah, kunyit dan bumbu lain.

Sejumlah harga bahan-bahan tersebut juga merangkak naik di pasar tradisional karena meningkatnya pembelian jelang hari lebaran.

Untuk harga daging sapi per kilogram naik dari Rp120 ribu menjadi Rp140 ribu, harga ayam potong per ekor naik dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu, sementara harga telur ayam per kilogram stabil di angka Rp25 ribu.

Selain itu, harga bahan bumbu juga naik seperti bawang merah dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram, cabe merah keriting naik dari Rp40 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram, kelapa naik dari Rp8 ribu menjadi RpRp10 ribu hingga Rp13 ribu per butir, dan buah petai naik dari Rp5 ribu menjadi Rp15 ribu per papan.

Ant.

(Teuku Wildan)