Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menginginkan sosok yang mengisi posisi direktur utama definitif Pertamina segera ditetapkan. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean, menilai sosok Rachmat Hardadi bukanlah orang yang tepat untuk menjabat sebagai orang nomor wahid di Pertamina.

“Rachmad Hardadi bukanlah orang yang tepat untuk menduduki posisi Dirut Pertamina. Ada beberapa alasan yang membuat kami ragu akan kemampuan, kapasitas, kapabilitas serta visi dari Dia terhadap Pertamina,” kata Ferdninand kepada Aktual.com, Jumat (17/2).

Baca Juga :  Penyeberangan Sinabang-Simelue Kembali Dibuka

Menurutnya, Rachmat Hardadi ketika menjabat Direktur Pengolahan, kilang minyak, dia tidak mampu menunjukkan profesionalitas.

“Kita lihat banyak kilang tidak diurus dengan benar. Jadwal maintenance tidak dilakukan, sehingga dampaknya beberapa bulan lalu terjadi gangguan secara beruntun,” tukasnya.

Kemudian tambahnya, berdasarkan informasi yang ia peroleh, Rachmad Hardadi pernah direkomendasikan oleh Dewan Komisaris Pertamina untuk dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.

Baca Juga :  Gonta-Ganti AD/ART Struktur Pertamina, Kepentingan Siapa?

“Informasi yang kami dapat RH adalah salah satu yang direkomendasikan Dewan Komisaris untuk dicopot oleh pemilik saham ketika terjadi preseden pencopotan Dirut dan Wadirut. Dia juga sangat mungkin tidak mampu memimpin Pertamina karena tidak memiliki leadership yang baik,” tandas Ferdinand.

(Laporan: Dadangsah Dapunta)

(Ismed Eka Kusuma)