Kapal perang berbagai negara delegasi Marine Naval Excercise Komodo (MNEK) 2016 berlayar dari Teluk Bayur menuju perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Kamis (14/4). Kegiatan MNEK 2016 akan dipusatkan di Kepulauan Mentawai hingga 16 April 2016. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/16.

Washington DC, Aktual.com – Empat kapal Pengawal Revolusi Iran dengan cepat mendekati kapal perusak berpeluru kendali Amerika di perairan internasional hari Selasa (23/8) dengan cara “tidak aman dan tidak profesional,” menurut Angkatan Laut Amerika, hari Rabu (24/8).

Kapal USS Nitze melepaskan 10 tembakan peringatan dan membunyikan peluit ke arah kapal-kapal Iran itu tapi tidak mendapat tanggapan.

Keempat kapal itu meluncur sampai dalam jarak 275 meter dari Nitze, memaksa Nitze mengubah arah untuk menghindari tabrakan meskipun tidak jauh dari situ ada anjungan pengeboran minyak.

Insiden hari Selasa itu terjadi di Selat Hormuz yang strategis.

AL Amerika menuduh Iran mengganggu kapal perang itu dan melanggar hukum internasional.

Juru bicara AL Amerika hari Rabu mengatakan, “tindakan yang tidak aman dan tidak profesional semacam ini bisa mengakibatkan peningkatan ketegangan dan salah perhitungan yang mungkin memerlukan langkah-langkah pertahanan tambahan. Para komandan punya kewajiban untuk membela diri.”

Sejauh ini belum ada penjelasan dari Iran.

Iran sempat menyandera 10 pelaut Amerika bulan Januari setelah tanpa sengaja tersesat masuk ke perairan Iran.

(VOA)

Artikel ini ditulis oleh: