Ilustrasi

Jakarta, Aktual.com-Parlemen Iran menggelar pemungutan suara untuk mengalokasikan dana senilai USD520 juta atau setara Rp6,9 triliun demi pengembangan program misil sebagai bentuk perlawanan terhadap sejumlah sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS).

Selain itu, peningkatan program misil juga bertujuan untuk mengembangkan pengaruh Garda Revolusioner Iran di luar negeri.

“Warga Amerika harus mengetahui bahwa ini adalah langkah pertama kami,” tegas Kepala Parlemen Iran Ali Larijani, di Teheran seperti dilansir AFP, Minggu (13/8).

Baca Juga :  Jelang Pidato Trump, Pasar Melihat Minim Sentimen Positif bagi Rupiah

Sebanyak 240 anggota Parlemen Iran turut serta pada pemungutan suara dari total 244 anggota parlemen. Voting sendiri diambil setelah serangkaian sanksi dijatuhkan AS kepada Iran pada Juli lalu atas program misil.

“Rancangan undang-undang (peningkatan program anggaran misil) didukung kementerian luar negeri dan pemerintah, dan merupakan bagian dari komite pengawas JCPOA dalam menghadapi aturan Kongres AS,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Baca Juga :  CIA: ISIS Mulai Melemah

Setelah disahkan nanti, UU terbaru memberikan mandat kepada Pemerintah Iran untuk mengalokasikan tambahan USD260 juta untuk “pengembangan program misil.” Jumlah yang sama juga bakal digelontorkan untuk sayap luar negeri Garda Revolusioner Iran.

Setelah Larijani mengumumkan hasil pemungutan suara, para anggota parlemen berteriak: “Kematian untuk Amerika.”

(Dedy Kusnaedi)