Pengunjung berjalan melewati kios yang tutup di Pusat Elektronik Glodok, Jakarta, Senin (17/7). Sejumlah penjual barang elektronik di kawasan ini mengeluhkan omzet penjualan mereka anjlok. Hal ini dikarenakan maraknya penjualan elektronik melalui situs belanja online. Selain itu fasilitas seperti eskalator banyak yang rusak tidak diperbaiki. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Pelaku bisnis sektor ritel sangat merasakan penurunan daya beli masyarakat. Pusat perbelanjaan yang selama ini menjadi tempat legendaris diserbu pengunjung, ternyata sejak awal tahun sepi pengunjung dan mengalami penurunan hingga di atas 30 persen.

Kondisi ini mestinya menjadi perhatian pemerintah. Namun sayangnya, pemerintah terus mengelak bahwa tak terjadi penurunan daya beli dengan alasan yang macam.

Baca Juga :  Tak Transparan Laporkan Keuangan, BEI Bekukan Perdagangan 18 Emiten

“Ternyata sepanjang semester I-2017 itu pusat perbelanjaan seperti di Glodok saja mengalami penurunan omset. Mereka mengalami penurunan mencapai 34 persen dibanding tahun lalu,” tandas ekonom muda Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, kepada Aktual.com, Kamis (12/10).

Namun sayangnya, kata dia, pemerintah masih menolak kondisi tersebut. Ini sangat disayangkan. Untuk itu, langkah awal tim ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini harus dirombak.

Baca Juga :  Pertahankan Jajanan Tradisional, Kini Lumpia Tambah Cita Rasa Jamur dan Kacang

“Jika dirombak, masih ada waktu untuk melakukan perubahan kebijakan,” kata dia.

(Andy Abdul Hamid)