Nizar Zahro mendesak pemerintah untuk membuka lapangan kerja serta menyarankan meningkatkan anggaran desa dalam RAPBN 2018 untuk meningkatkan gairah ekonomi di tanah air yang tengah lesu. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi VI DPR, Nizar Zahro mendesak pemerintah untuk membuka lapangan kerja sebanyak mungkin untuk meningkatkan gairah ekonomi di tanah air yang tengah lesu. Lapangan kerja sektor informal disebutnya dapat sedikit membantu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Agar lebih konkret, Nizar pun menyarankan agar pemerintah meningkatkan anggaran desa dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018.

“Misalkan dana desa yang sekarang Rp 70 triliun dinaikkan jadi Rp 80 triliun sehingga uang yang berputar di desa lebih banyak,” ucapnya di Jakarta, Rabu (11/10) kemarin.

Dengan perputaran uang yang lebih banyak, jelas Nizar, diharapkan nantinya dapat membuka peluang kerja sebanyak mungkin, baik melalui program-program padat karya, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) maupun Badan Usaha Milik Desa.

“Artinya uang yang di kota lebih baik digeser ke desa. Kalau di desa itu tumbuh, ekonomi kita pun tumbuh,” terang politikus asal Partai Gerindra ini.

Desakan tersebut dilontarkan Nizar karena ia melihat adanya potensi kelesuan ekonomi yang semakin memburuk akibat minimnya lapangan kerja. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa banyak perusahaan-perusahaan yang berpotensi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang dilakukan secara sepihak untuk efisiensi biaya operasional.

“Pengangguran atau PHK ada 20 ribu (pekerja) dari e-toll. Kalau ritel konvensional itu prediksi ada sekitar 40 ribu orang, itu pun di DKI saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nizar menambahkan jika kondisi di atas hanya sebatas di wilayah Jabodetabek saja. Kalau ditambah dengan keadaan di berbagai daerah, ia meyakini jika data megenai potensi pengangguran akan bertambah buruk.

“Angka itu menunjukkan memang daya beli masyarakat itu turun karena masyarakat tidak dapat membeli bahan makanan pokok,” tutupnya.
Pewarta : Teuku Wildan A.

(Dedy Kusnaedi)
BAGIKAN