BAGIKAN
ilustrasi pengeroyokkan

Jakarta, Aktual.com-Anggota Provos Polsek Tanah Abang, Brigadir Didik Kuncoro harus mendapatkan perawatan intensif di di RS Polri Kramat Jati. lantaran dikeroyok sejumlah orang di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurut Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono selain Didik, ada dua korban lainnya dalam insiden berdarah ini.

“Korban ada tiga. Salah satu korban luka parah atas nama D. Korban dibacok dengan celurit dan badik, baik di kepala dan tangan sebelah kanan dan punggung. Korban alami luka cukup parah dan dirawat di RS Kramat Jati,” jelas Dwiyono di jakarta, (21/4/2017).

Penganiayaan sendiri kata dia terjadi pada Kamis (17/4) malam. Adapun dua korban lainnya adalah Endi Suherman (29) dan Muhamad Wahyudin (34). Sebelum Didik dikeroyok, kedua pria ini lebih dulu menjadi korban penganiayaan dan pencurian para pelaku.

Sehari setelah peristiwa tersebut, kata Dwiyono pihaknya berhasil menangkap tiga orang pelaku pengeroyokan, yakni Yang Herlambang (35), Rahmatul Yadi alias Cilot (26) dan Asep Suryaman alias Toben (33). Sementara tiga pelaku lain yang belum tertangkap ialah Ito, Hasan dan Ebe.

Peristiwa sendiri jelas dia terjadi di Jalan Bahari 4 Gang A7 Tanjung Priok. Saat itu tersangka Toben meminjam ponsel korban bernama Endi. Tapi Toben malah kabur membawa ponsel Endi. Saat Endi hendak mengambil kembali, Toben bersama tersangka Cilot malah mengeroyoknya.

“Korban dan tersangka tidak saling kenal. Namun karena tersangka merayu, butuh komunikasi dengan keluarga, sehingga korban pinjamkan HP. Setelah dipinjamkan, tersangka melarikan diri. Saat dikejar melakukan perlawanan dan keroyok terhadap para korban,” kata Dwiyono.

Endi sempat berusaha pergi dari lokasi kejadian dengan mengendarai mobil. Tetapi mobil tersebut kembali dihadang oleh para pelaku. Endi dipaksa turun dari mobil dan kembali dikeroyok.

Endi berusaha kabur kembali dan meminta bantuan dari temannya yang bernama Muhamad Wahyudin yang tinggal di sekitar lokasi, Jalan Bahari 4 Gang 4 Tanjung Priok. Ketika datang, Wahyudin pun dikeroyok dan dibacok oleh tersangka Cilot sebanyak dua kali. Wahyudin pun kabur pulang ke rumahnya.

Kemudian, korban Didik yang tengah melintas datang ke lokasi pengeroyokan untuk menolong. Didik bahkan sempat mengaku jika dirinya sebagai anggota polisi. Tetapi, para pelaku malah tetap mengeroyok dan membacoknya. Bahkan dua ponsel Didik yang ada di dalam tas ikut dirampas pelaku.

“Korban atas nama D yang anggota Polri memiliki niatan baik. Memiliki insting menolong. Saat lihat korban E di TKP yang diambil ponselnya, kemudian ingin menolong. Namun, niatan baik dengan yang bersangkutan menyampaikan anggota Polri dan akan menolong,” jelas Dwiyono.

“Bukannya tersangka menghindar dan takut tapi malah keroyok korban atas nama D. Bahkan akhirnya korban D kena bacok dan tusuk. Kena luka cukup parah, dirawat di RS Kramat Jati. Bahkan dua HP D diambil pelaku,” tambah Dwiyono.

Dwiyono mengatakan para pelaku mereka adalah residivis. Mereka bahkan pernah dipenjara atas kasus penjambretan dan penyalahgunaan narkoba. Dalam kasus ini, para pelaku disangkakan pasal 170 dan 365 KUHP. Mereka terancam hukuman lebih dari 7 tahun penjara.

(Dedy Kusnaedi)