Jakarta, Aktual.com- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha berharap agar Indonesia bisa menggarap potensi panas bumi atau geothermal dengan baik seperti yang dilakukan oleh Islandia.

“Indonesia bisa memetik pengalaman yang dilakukan Islandia baik dari sisi teknologi dan juga lingkungan. Panas bumi adalah energi masa depan, selain dari sisi pemanfaatan teknologi, energi panas bumi juga merupakan energi bersih yang menjanjikan. Indonesia harus lebih fokus mengembangkannya,” sebut Satya, di Jakarta, Minggu (13/8).

Baca Juga :  Subsidi Gas Melon Pakai E-Money, ESDM Teken MoU dengan BI

Indonesia kata Satya kini sudah saatnya lebih serius mengembangkan energi panas bumi. Lantaran selain memiliki potensi yang cukup besar, energi panas bumi menjanjikan sebagai energi masa depan yang ramah lingkungan sesuai dengan komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris 2015.

Potensi sumber daya energi dari geothermal yang sangat besar dimiliki Indonesia harus dikembangkan secara optimal. Tetapi sambung dia potensi tersebut hingga kini belum juga terkelola dengan baik. Salah satu negara yang dapat dijadikan rujukan yakni Islandia.

Baca Juga :  Proyek Jargas 2017 Diakui Berjalan Lambat

Satya menambahkan, poin positif dari kunjungan ke Islandia yakni bisa melihat secara langsung bagaimana pengembangan energi baru dan terbarukan di sana yang dikelola secara profesional dengan pemanfaatan teknologi dan didukung regulasi yang sangat mendukung.

Pemanfaatan panas bumi di Islandia kata dia dapat menciptakan multiplayer efek yang potensial dari sisi bisnis dan wisata, seperti maraknya pusat-pusat spa dan klinik kesehatan sebagai unit usaha yang menarik. Selain itu, sektor perikanan juga bisa dikembangkan dengan memanfaatkan lingkungan bersih dari energi geothermal, sehingga ikan akan tumbuh sehat dan tidak memakan kotoran-kotoran buangan yang susah di daur ulang.

Baca Juga :  Ada Dua Harga Gas Elpiji 12 Kilogram di Sumbar

“Pemanfaatan energi panas bumi di Islandia bisa menjadi contoh bagus bagi Indonesia. Potensi yang kita miliki harus dioptimalkan. Ke depan, Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan dari energi fosil, tapi harus jauh melompat ke depan dengan pemanfaatan energi baru seperti geothermal ini. Apalagi Indonesia punya andil ikut menandatangi Paris Agreement,” urai Satya.

(Dedy Kusnaedi)
BAGIKAN