Indonesia mendapatlan kesempatan emas di menit ke-43 setelah penjaga gawang Thailand salah membuang bola. Bola itu mendarat di kaki Febri Haryadi yang mencoba me-lob-nya ke dalam gawang Thailand yang kosong. Namun, kondisi lapangan yang becek dan sergapan pemain bertahan Thailand membuat usahanya tidak berhasil.

Skor kacamata pun bertahan sampai peluit tanda turun minum dibunyikan oleh wasit.

Usai jeda, Indonesia berhasil mendapatkan peluang emas melalui Osvaldo Haay. Akan tetapi, bola yang ditendang Osvaldo persis di hadapan penjaga gawang Thailand masih melebar ke sisi kiri pertahanan Thailand.

Genangan air yang tak juga hilang membuat pertandingan tetap berjalan lambat sampai pertandingan selesai. Beberapa peluang memang tercipta khususnya untuk Indonesia yang terus berusaha agresif, seperti umpan silang Osvaldo yang ditangkap kiper Thailand pada menit ke-87, tetapi skor 0-0 tidak berubah hingga peluit akhir ditiup.

Kegagalan di kualifikasi Piala Asia U-23 merupakan hasil negatif pertama pelatih Luis Milla di turnamen resmi sejak ditunjuk sebagai pelatih timnas U-22 dan senior oleh PSSI pada Januari 2017 lalu.

Berikutnya, tantangan pelatih yang pernah bermain untuk Barcelona dan Real Madrid itu adalah membawa tim nasional U-22 merebut medali emas SEA Games 2017, Malaysia, pada pertengahan Agustus 2017, yang terakhir kali diraih oleh Indonesia 26 tahun lalu, tepatnya saat SEA Games 1991, Manila, Filipina.

Artikel ini ditulis oleh:

Reporter: Antara
Editor: Eka