Suasana penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/11). Pada perdagangan hari ini berakhir memerah setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi. Bursa saham Tanah Air ditutup turun ke level 6.049,38 atau melemah 11,07 poin setara dengan 0,18%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/8), dibuka melemah sebesar 47,70 poin menyusul data defisit neraca transaksi berjalan yang meningkat.

IHSG dibuka melemah 47,70 poin atau 0,79 persen menjadi 6.029,46, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 11,83 poin atau 1,23 persen menjadi 951,24.

“Sentimen dari dalam negeri mengenai defisit neraca transaksi berjalan yang meningkat menjadi salah satu faktor negatif bagi IHSG,” kata Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta.

Ia menambahkan defisit transaksi berjalan yang naik itu membuat sejumlah investor saham di dalam negeri khawatir terhadap perekonomian nasional sehingga cenderung melepas sebagian aset sahamnya.

Bank Indonesia mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan II-2018 mencapai 8 miliar dolar AS atau tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 5,7 miliar dolar AS atau 2,2 persen terhadap PDB.

Di sisi lain, lanjut dia, bursa saham eksternal yang juga berada di area negatif menambah kekhawatiran investor saham di dalam negeri sehingga turut membebani laju IHSG.

Kendati demikian, lanjut dia, masih adanya sentimen positif dari program pembangunan infrastruktur dan properti, serta perbaikan tingkat konsumsi masyarakat diharapkan dapat menjaga pergerakan IHSG untuk tidak tertekan lebih dalam.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei turun 308,61 poin (1,38 persen) ke 21.989,46, indeks Hang Seng melemah 441,51 poin (1,56 persen) ke 27.925,10, dan indeks Strait Times melemah 31,25 poin (0,95 persen) ke posisi 3.253,53.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: